• 14-17 March 2019
  • Jakarta Convention Center

Infrastruktur Di Ibukota Baru, Menhub Tak Masalah China Garap Transportasi Listrik

0

Menhub Budi Karya Sumadi

RMco.id  Rakyat Merdeka – Kemenhub menyambut baik kabar masuknya investasi China dalam proyek pembangunan transportasi di ibukota baru.

Negeri Tirai Bambu tersebut, nantinya dapat ikut berinvestasi melalui skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). 

“Sejatinya, saya belum dengar info investasi dari China. Tapi saya welcome kalau mereka ingin ikut dengan project KPBU. Karena, konsep transportasi yang kita kembangkan adalah kendaraan berbasis tenaga listrik,” katanya di Jakarta kemarin. 

BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi, akan mengupayakan transportasi massal di ibukota baru itu dibangun berbasis elektrik. 

“Sebagai ilustrasi kita akan membuat kereta dari Balikpapan menuju Kota Baru, menuju Samarinda. Kalau ini KPBU dan siapa pun itu termasuk China, welcome,” ujarnya. 

Mantan Dirut Angkasa Pura ll ini mempersilakan pihak lain berinvestasi di sektor transportasi, tak harus China. 

Menhub menilai, pengembangan ibukota baru memang lebih baik dilakukan melalui kombinasi pembiayaan dari dalam dan luar negeri. 
Dirinya mempersilakan China, termasuk juga negaranegara lain, berinvestasi karena pemerintah ingin meminimalisasi penggunaan APBN dalam pengembangan ibukota baru. Karena, pengembangan ibukota baru di Kalimantan Timur, memakan biaya cukup besar. 

Anggarannya mencapai Rp 466 triliun untuk pengembangan infrastruktur. Anggaran yang berasal dari APBN hanya sebesar Rp 89,472 triliun atau 19,2 persen. 

Swasta diberikan porsi sebesar Rp 122,092 triliun atau 26,2 persen. Sementara, skema KPBU porsinya sebesar Rp 254,436 triliun atau 54,6 persen. 

“Kami upayakan sedapat mungkin APBN-nya sedikit,” ucapnya. 

Direktur Pengelolaan Risiko Keuangan Negara, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso berharap akan lebih banyak lagi pembiayaan sektor transportasi dengan skema KPBU. 

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 17 proyek infrastruktur transportasi yang menggunakan skema KPBU. Brahmantio menilai, skema KPBU memungkinkan siapapun baik pihak swasta maupun asing karena prosesnya lelang. 

Menurutnya, hingga saat ini sudah ada 17 proyek infrastruktur transportasi yang menggunakan skema KPBU. Brahmantio menilai, skema KPBU memungkinkan siapapun baik pihak swasta maupun asing karena prosesnya lelang. 

“Bandara, terminal kan memang sudah ada investasi asing yang masuk. Untuk investasi di ibukota masih dalam tahap perencanaan. Belum ketahuan siapa-siapa yang berminat,” katanya. 

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perhubungan Carmelita Hartoto menilai, tidak ada masalah dengan adanya investor asing yang berminta menggarap sektor transportasi di ibukota baru. Tapi, jangan China saja. Sebaiknya, investor asing bisa beragam. 

“Investasi asing tidak boleh menguasai penuh usaha di Indonesia. Persentasenya kan tidak boleh lebih dari 49 persen. Sementara 51 persennya pengusaha nasional, agar usaha dalam negeri tidak dimonopoli,” jelasnya. [KPJ]

Source : https://rmco.id/baca-berita/indonesianomics/17253/infrastruktur-di-ibukota-baru-menhub-tak-masalah-china-garap-transportasi-listrik