• 14-17 March 2019
  • Jakarta Convention Center

7 Paduan Apik Desain Tradisional Jawa dan Modern

0

Omah Kawung at Jagakarsa karya Imron Yusuf-Ifd Architects (FernandoGomuLya)

KOMPAS.com – Konsep rumah atau hunian yang menerapkan desain tradisional Jawa memang sangat mudah ditebak.

Secara umum, ciri khas dan karakteristiknya tampak tegas terlihat walaupun diaplikasikan pada berbagai jenis gaya hunian.

Detail dekorasi pada rumah tradisional Jawa dapat menyatu dengan fleksibel. Otomatis membuat rumah menjadi tampak unik dan berbeda dari yang lain.

Nah, unsur apa saja yang perlu ada ketika memadukan desain tradisional Jawa ke rumah modern masa kini? Lihat inspirasinya berikut ini.

1. Batu Bata Merah

Batu bata berwarna kemerahan sangat tepat untuk dijadikan pilihan material pembangunan dinding rumah.

Cukup biarkan beberapa bagian dinding bata tanpa finishing untuk memberikan kesan etnik pada hunian.

2. Elemen Kayu

Rumah Jawa sering menggunakan material kayu pada berbagai elemen rumah. Misalnya, pada rangka atap, lantai, pintu, maupun pada furnitur seperti lemari, meja, dan ranjang.

Warna yang digunakan pada unsur kayu pun umumnya menggunakan warna alami khas kayu sehingga mampu memberikan kesan hangat pada dekorasi rumah.

3. Warna Tanah yang Kental

Sama seperti poin sebelumnya, warna tanah seperti warna cokelat dapat membangkitkan unsur tradisional Jawa.

Gunakan gradasi warna cokelat sebagai tema interior rumah. Anda bisa mengaplikasikannya pada dinding, pelapis sofa, kelambu, maupun komponen dekorasi.

Desain tradisional Jawa juga bisa hanya diterapkan di satu ruangan khusus, misalnya ruang tamu.

Agar unsur tradisional semakin kental, lengkapi ruangan dengan pintu dari ukiran kayu yang menawan.

4. Kesan Rustic dari Kayu Ekspos

Unsur kayu yang sengaja tidak dicat dapat menjadi dekorasi rumah modern yang ingin menampilkan desain khas Jawa yang etnik.

Selain itu, kayu ekspos seperti ini bisa memberikan kesan rustic. Desain rustic dan etnik memang mengandalkan kayu yang dibiarkan polos seperti aslinya tanpa ada sentuhan atau polesan.

5. Ruang Makan di Belakang Ruang Keluarga

Berkumpul bersama keluarga merupakan hal yang dianggap wajib bagi orang Jawa. Apabila tinggal jauh dari orang tua atau sanak saudara, tetangga pun bisa menjadi keluarga.

Sebab, ada pepatah Jawa yang mengatakan, “keluarga tidak ditentukan dari pertalian darah.” Jadi, wajar saja jika beberapa rumah orang Jawa pada zaman dahulu berukuran besar.

Mereka membutuhkan tempat yang lapang untuk acara kumpul keluarga. Untuk tujuan serupa,

Anda bisa mengintegrasikan ruang makan dengan ruang keluarga lengkap dengan furnitur kayu yang serasi antara satu dan lainnya.

6. Atap Kayu Segitiga

Material untuk plafon rumah memang memiliki banyak ragam jenis, model, dan bahan.

Namun, untuk membuat rumah yang kental konsep Jawa-nya, plafon atap rumah dapat dibuat berbentuk segitiga.

Selain memperkuat kesan Jawa, tetapi juga membuat rumah terlihat lebih luas karena efek atap yang meninggi.

Cocok sekali untuk Anda yang memiliki luas hunian terbatas.

7. Unsur Rotan Modern

Selain unsur kayu, bahan alami lainnya seperti bambu atau rotan kerap diaplikasikan pada furnitur rumah tradisional Jawa. Contohnya, kursi, meja, maupun hiasan dekorasi.

Namun, untuk menciptakan kesan modern dan tradisonal Jawa secara maksimal, Anda bisa menggunakan unsur rotan dengan warna monokrom seperti hitam.

Warna hitam pada rotan akan memberikan kesan elegan dan stylish. Sehingga kesan modern pun semakin terlihat jelas.

Mengaplikasikan desain tradisional Jawa pada rumah modern akan membuat rumah Anda lebih unik dan berkarakter.

Anda tertarik memiliki rumah dengan ciri khas seperti ini?

Source : https://properti.kompas.com/read/2019/08/24/103518021/7-paduan-apik-desain-tradisional-jawa-dan-modern?page=all